Pengendalian Walang Sangit

Penggunaan Kapur Barus

Adapun taktik lain yang sering digunakan petani dalam mengendalikan walang

sangit adalah dengan menggunakan kapur barus. Cara ini juga cukup efektif dalam

mengendalikan hama walang sangit. Aplikasi taktik pengendalian ini dilakukan pada saat

fase vegetatif atau saat padi bunting sampai bulir-bulir padi mulai mengeras yaitu dengan

cara menggantungkan kapur barus tersebut yang sudah dimasukkan kedalam pembungkus

dari kain bekas. Taktik pengendalian dengan menggunakan kapur barus ini bersifat

menolak atau mengusir datangnya hama walang sangit karena bau yang dipancarkan oleh

zat yang terkandung dalam kamapar tersebut. Jarak antar kantong tersebut berkisar antara

4-5 meter pada bagian pinggir tanaman padi. Dengan cara ini intensitas kerusakan oleh

walang sangit dapat ditekan yaitu berkisar antara 5-10%.

Penggunaan Perangkap

Di lahan rawa lebak petani dalam mengendalikan hama khususnya walang sangit

menggunaan perangkap yaitu dari bahan keong yang dibusukkan. Dengan cara

pengendalian tersebut intensitas kerusakan walang sangit dapat ditekan. Hasil pengamatan

dilapang menunjukkan bahwa pengendalian dengan menggunakan perangkap bau busuk

(keong) tersebut cukup efektif dibandingkan pengendalian lainnya dalam mengendalikan

hama walang sangit. Adapun fungsi dari penggunakan perangkap dari bahan keong yang

dibusukkan tersebut adalah untuk mengalihkan perhatian dari walang sangit tersebut karena

dengan perangkap tersebut walang sangit lebih tertarik berkunjung ketempat perangkap

tersebut dibandingkan pada bulir padi.

Jumlah populasi yang didapatkan pada perangkap tersebut 5-10 ekor/perangkap.

Kadang-kadang petani juga menaruh bahan racun dari karbofuran 5-10 butir/tempat,

sehingga walang sangit yang datang berkunjung dan mengisap bahan tersebut dan mati.

Pengandalian hama walang sangit dengan cara perangkap busuk tersebut yang

dipasang ditepi-tepi sawah dengan jarak antar perangkap 10-15 m tersebut cukup efektif

memerangkap walang sangit. Walang sangit bergerombol datang pada perangkap bau

busuk tersebut untuk makan dan mengisap cairannya. Walang sangit lebih tertarik kepada

bau-bauan tersebut dibandingkan makan pada padi yang sedang berbunga sampai matang

susu. Menurut Sunjaya (1970), banyak diantara jenis-jenis serangga tertarik oleh bau-bauan

dipancarkan oleh bagian tanaman yaitu bunga, buah atau benda lainnya. Zat yang berbau

tersebut pada hakekatnya adalah senyawa kimia yang mudah menguap seperti pada

perangkan bau busuk tersebut.

Dengan demikian intensitas kerusakan bulir/biji padi dapat dihindari dengan cara

perangkap bau tersebut. Dilihat dari lingkungan tidak mempengaruhi terutama keberadaan

musuh alami (predator dan parasitoid) di lahan lebak tersebut. Dari hasil pengamatan

terhadap musuh alami populasi predator jenis laba-laba, kumbang karabit dan belalang

minyak dan jenis parasitoid lainnya populasi cukup tinggi (Tabel 2).

Dan ada pula cara lain yaitu dengan menggunakan obor dan asap tetapi hasilnya

kurang memuaskan, karena cara tersebut selain dapat menarik walang sangit tetapi juga

dapat menarik serangga-serangga lain terutama jenis musuh alaminya ikut terbunuh.

Adapun cara perangkap bau busuk tersebut bukan mematikan hama walang sangit tetapi

272

hanya mengalihkan perhatian sehingga dapat menghindari serangan hama tersebut pada

padi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s